July 15, 2026
Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA Gontor: Menyatukan Generasi, Meneguhkan Khidmah untuk Peradaban

Semangat persaudaraan, pengabdian, dan kesinambungan nilai-nilai kepesantrenan mewarnai Reuni Akbar Alumni Perguruan Tinggi Darussalam (PTD), Institut Pendidikan Darussalam (IPD), Institut Studi Islam Darussalam (ISID), dan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Kegiatan yang diselenggarakan pada Ahad (12/7/2026) di Gedung BPPM Baru Pondok Modern Darussalam Gontor ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-63 Universitas Darussalam Gontor sekaligus menyongsong 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

Reuni tersebut menjadi momentum bersejarah yang mempertemukan alumni lintas generasi sejak berdirinya Perguruan Tinggi Darussalam pada 1963. Lebih dari sekadar ajang temu kangen, kegiatan ini menjadi ruang mempererat silaturahmi, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian yang selama ini menjadi identitas alumni Gontor.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para alumni mengenang perjalanan panjang transformasi pendidikan tinggi Gontor, mulai dari era PTD, kemudian berkembang menjadi IPD, ISID, hingga kini bertransformasi menjadi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor yang terus memperluas kiprahnya di tingkat nasional maupun internasional.

Momentum reuni juga diwarnai berbagai agenda strategis yang menandai arah baru pengembangan UNIDA Gontor. Di antaranya penandatanganan sertifikat pendirian Fakultas Kedokteran, peluncuran 100 Buku Sistem Pondok Modern dan UNIDA Gontor, peluncuran 100 Buku Pemikiran Pendidikan Kader Ulama (PKU), peluncuran Program 100 Doktor, serta pembacaan Ikrar Dosen Kader UNIDA Gontor.

Berbagai program tersebut mencerminkan komitmen UNIDA Gontor dalam memperkuat tradisi akademik, memperluas kontribusi keilmuan, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan sebagai fondasi utama pendidikan.

Dalam sambutannya, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., menegaskan bahwa UNIDA Gontor merupakan kelanjutan alami dari sistem pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor yang telah dibangun selama satu abad.

Menurutnya, keunggulan utama UNIDA terletak pada keberhasilannya mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan sistem pesantren secara utuh melalui kehidupan kampus berasrama selama 24 jam.

“Kami tetap mempertahankan sistem pondok secara murni. Seluruh mahasiswa tinggal di asrama dan dibina secara intensif. Para dosen, dekan, hingga rektor juga berada di lingkungan kampus sehingga proses pendidikan berlangsung sepanjang waktu,” jelas pria kelahiran Ponorogo 13 September 1958.

Prof. Hamid menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik. Karena itu, UNIDA menerapkan sistem penilaian yang mengintegrasikan capaian intelektual dengan pembentukan karakter melalui Indeks Prestasi Kegiatan dan Karakter (IPKK).

Melalui sistem tersebut, mahasiswa memperoleh poin dari berbagai aktivitas nonakademik, seperti mengikuti seminar, menghafal Al-Qur’an, melaksanakan ibadah sunnah secara konsisten, aktif dalam organisasi kemahasiswaan, hingga berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Setiap semester, mahasiswa diwajibkan memenuhi akumulasi poin tertentu sebagai bagian dari proses pembinaan karakter.

“Kami tidak hanya mencetak mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga melatih mereka menjadi pribadi yang siap memimpin, berorganisasi, berkolaborasi, dan mengabdi di tengah masyarakat. Kampus adalah laboratorium kehidupan,” ungkap lulusan University of Birmingham, United Kingdom.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pondok Modern Darussalam Gontor selama satu abad dalam mencetak kader-kader terbaik bangsa.

Ia menekankan bahwa hasil riset, penelitian, dan karya ilmiah sivitas akademika tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik di lingkungan kampus, melainkan harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

“Produk-produk intelektual itu harus melompat keluar dari kampus dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas pria kelahiran Jakarta 27 Juli 1975 itu.

Menurut Mendiktisaintek, alumni Gontor memiliki modal yang sangat kuat untuk berkontribusi di berbagai sektor strategis. Setidaknya terdapat tiga karakter utama yang menjadi keunggulan lulusan Gontor, yaitu akhlakul karimah, integritas, dan penguasaan bahasa internasional.

Ketiga modal tersebut, lanjutnya, merupakan keunggulan yang harus terus dipelihara agar semakin banyak alumni Gontor mengambil peran penting di berbagai lembaga strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap semakin banyak alumni Gontor berdiaspora dan mengisi berbagai posisi strategis sehingga nilai-nilai integritas yang dibangun pesantren dapat mewarnai kebijakan publik dan pembangunan bangsa.” ujar doktor lulusan University of Tokyo, Jepang.

Ia juga berharap berbagai inovasi yang lahir dari Pondok Modern Darussalam Gontor dapat terus diwujudkan dalam bentuk karya nyata yang menjadi etalase solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA Gontor akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan lintas angkatan. Reuni ini menjadi simbol kesinambungan perjuangan intelektual dan moral yang telah diwariskan selama lebih dari enam dekade perjalanan pendidikan tinggi Gontor dan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor.

Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA Gontor akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan lintas angkatan. Reuni ini menjadi simbol kesinambungan perjuangan intelektual dan moral yang telah diwariskan selama lebih dari enam dekade perjalanan pendidikan tinggi Gontor dan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor.

Melalui kebersamaan para alumni, penguatan tradisi akademik, serta peluncuran berbagai program strategis, UNIDA Gontor kembali meneguhkan komitmennya untuk melahirkan kader-kader ulama, intelektual, pemimpin, dan profesional yang berintegritas, berwawasan global, serta senantiasa mengabdikan diri bagi kemajuan umat, bangsa, dan peradaban dunia. [Pradi Khusufi Syamsu]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *