Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Marhalah (Angkatan) 1987 menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di kediaman KH Muhammad Ismail, M.Si., tepatnya di Sanggar Tari Ayodya Pala, Jl. Lembah Hijau Raya No.VIII, Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Ahad (8/3/2026).
Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh para alumni Gontor Marhalah 1987, tetapi juga melibatkan berbagai unsur masyarakat lintas komunitas. Tampak hadir warga sekitar, siswa serta orang tua/wali siswa Sanggar Tari Ayodya Pala, komunitas peneliti dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Indonesia, hingga alumni Gontor lintas marhalah yang berdomisili di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Tuan rumah sekaligus Ketua Marhalah 1987, KH Muhammad Ismail, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan momentum silaturahim yang mempertemukan berbagai komunitas dalam suasana penuh keberkahan bulan suci Ramadhan 1447 H.

“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi ajang silaturahim lintas komunitas di bulan suci Ramadhan,” terang Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ia pun mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.
“Kami bersyukur atas kehadiran para tamu undangan yang berkenan hadir dalam acara buka puasa bersama ini,” ujarnya.
Dalam tausiyah menjelang waktu berbuka puasa, KH. Drs. Sulaeman Rohimin menekankan pentingnya menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebagai wujud nyata keimanan kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang memenuhi syarat.

“Sangat disayangkan apabila masih ada umat Islam yang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa alasan syar’i,” ucapnya dengan nada prihatin.
Menjelang waktu berbuka puasa, para tamu undangan bersama-sama memanjatkan doa yang dipimpin oleh pimpinan Pondok Pesantren Madinatun Najah Ciputat, KH. Muhammad Agus Gofurur Rochim, M.Pd.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika rangkaian kegiatan tidak berhenti pada acara berbuka puasa saja. Setelah menikmati hidangan berbuka, para peserta melanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan shalat Isya, tarawih, dan witir secara berjamaah.
Dalam kesempatan tersebut, KH Agus Ghofururrohim bertindak sebagai imam shalat Isya, tarawih, dan witir, sementara bilal shalat tarawih dan witir dipandu oleh Ustadz Iskandar.
Selepas rangkaian shalat berjamaah, acara kembali dilanjutkan dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh KH. Drs. Sulaiman Rohimin serta sambutan dari tuan rumah dan penasehat IKPM Gontor cabang Bogor Ustadz Ahmad Tavip Budiman, M.Si.

Dalam tausiyahnya, Kiai Sulaiman yang dikenal sebagai ulama Betawi tersebut mengingatkan bahwa bahwa kaum muslimin sebelumnya telah memanjatkan doa pada bulan Rajab dan Sya’ban agar dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan.
“Allah SWT telah mengabulkan doa-doa kita di bulan Rajab dan Sya’ban agar dipertemukan dengan Ramadhan. Alhamdulillah kita telah sampai di bulan Ramadhan, bahkan sudah melewati setengahnya. Namun ironisnya, masih ada kaum muslimin yang tidak mengingat doa-doa itu karena tidak berpuasa,” ujar Alumni Gontor tahun 1988.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ibadah hingga akhir Ramadhan.
“Setiap perbuatan tergantung akhirnya. Innamal a’malu bikhawatimiha. Oleh karena itu, semakin mendekati akhir Ramadhan seharusnya ibadah kita semakin meningkat, bukan justru menurun,” tegas Ketua MUI Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Ustadz Ahmad Tavip Budiman, M.Si., dalam penjelasannya menegaskan bahwa separuh bulan Ramadhan telah lewat dan setengah yang tersisa merupakan momentum yang sangat berharga bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Sebabm setengah bulan yang tersisa merupakan emas yang memiliki nilai yang tinggi.
“Setengah terakhir Ramadhan itu adalah emas. Karena itu ibadah harus terus ditingkatkan, terlebih pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dzahaba nisfu Ramadhan wa nisfuhu dzahabun,” ungkapnya.
Kegiatan buka puasa bersama ini pun menjadi momentum kebersamaan yang mempererat ukhuwah di antara alumni, masyarakat, serta berbagai komunitas yang hadir, sekaligus menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah di sisa bulan suci Ramadhan. [Pradi KS]