April 16, 2026
IMG-20260307-WA0004

Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan para pelaku seni dan budaya di Kota Bogor. Melalui komunitas Masyarakat Peduli Yatim, mereka menggelar kegiatan bertajuk Sabilulungan Mapag Barudak Yatim & Bazar Ramadhan Sabilulungan yang berlangsung pada 5–7 Maret 2026 di kawasan Bumi Ageung Batutulis.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi para pelaku seni dan budaya Sunda yang bertujuan menumbuhkan kembali nilai kebersamaan serta kepedulian terhadap anak yatim. Selain itu, acara ini juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk bangkit melalui kegiatan Bazar Ramadhan Sabilulungan yang digelar selama tiga hari dengan dukungan Pemerintah Kota Bogor.

Ketua panitia, Ahmad Rahiman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat sabilulungan atau kebersamaan dalam masyarakat.

“Acara ini kami harapkan dapat membangkitkan kembali rasa setia kawan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Selain itu, bazar yang digelar juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan Bumi Ageung,” ujarnya.

Bazar Ramadhan menjadi pembuka rangkaian kegiatan. Berbagai produk kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif lokal dipamerkan dan dijual oleh pelaku usaha kecil di sekitar lokasi acara. Aktivitas ini tidak hanya menjadi ajang transaksi ekonomi, tetapi juga ruang interaksi antara masyarakat, pelaku seni, dan pelaku usaha.

Puncak kegiatan berlangsung pada hari terakhir melalui acara Sabilulungan Mapag Barudak Yatim, yaitu kegiatan penyambutan dan santunan bagi anak-anak yatim di sekitar Bumi Ageung Batutulis. Acara ini dikemas secara unik dalam nuansa budaya Sunda.Para anak yatim disambut meriah dengan pertunjukan sisingaan, kehadiran aki dan ambu lengser, serta tarian-tarian tradisional Sunda saat memasuki area acara.

Suasana religius juga dihadirkan melalui ceramah yang dikemas secara kreatif dalam konsep DaWaLa (Dakwah Wayang dan Lagu), sebuah perpaduan dakwah, seni pertunjukan, dan musik.Tokoh seni budaya Bogor, Yayat Hidayat, berharap kegiatan seperti ini dapat semakin memperkenalkan sekaligus melestarikan seni budaya Sunda.

“Seni budaya Sunda memiliki nilai luhur yang sangat tinggi. Jika dikemas dengan baik seperti acara ini, seni budaya tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat mendorong kemajuan sektor pariwisata di Kota Bogor,” katanya.

Sementara itu, tokoh agama Ahmad Tavip Budiman SAg MSi menambahkan bahwa kegiatan ini juga membuka peluang pendidikan bagi anak yatim yang kurang mampu.

“Kami memberikan kesempatan bagi anak yatim yang membutuhkan untuk mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan di pesantren secara gratis,” ungkap alumni Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 1989.

Kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi Bumi Ageung Batutulis yang direncanakan sebagai pusat seni dan budaya Sunda di Kota Bogor. Dengan konsep yang memadukan nilai religi, seni, dan kepedulian sosial, acara ini menjadi contoh bagaimana budaya lokal dapat dikemas menjadi kegiatan yang tidak hanya bermakna, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata.Melalui semangat sabilulungan, para pelaku seni berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di masa mendatang, sehingga nilai gotong royong, pelestarian budaya, serta kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Bogor.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *