May 22, 2026
IUQI Book Fair 2026 Hadirkan 100 Ribu Buku dan Ragam Workshop Literasi

Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan budaya literasi melalui penyelenggaraan IUQI Book Fair 2026. Kegiatan ini digelar selama satu pekan, mulai 14 hingga 20 Januari 2026, bertempat di lingkungan Kampus IUQI Bogor.

IUQI Book Fair 2026 menghadirkan lebih dari 100.000 judul buku dari berbagai penerbit nasional dengan potongan harga menarik, mulai dari 20 hingga 70 persen. Tidak hanya pameran dan penjualan buku, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai workshop literasi yang terbuka bagi mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum.

Wakil Rektor III IUQI, Galih Pratama, S.Pd., M.Pd., M.I.Kom., menyampaikan bahwa IUQI Book Fair merupakan bagian dari upaya kampus dalam membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan.

“IUQI Book Fair tidak hanya sekadar ajang jual beli buku, tetapi juga menjadi ruang edukatif untuk menumbuhkan minat baca dan budaya literasi, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai keilmuan dan keislaman yang menjadi fondasi pengembangan Institut Ummul Quro Al-Islami.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan akses literasi yang luas, terjangkau, dan relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan IUQI Book Fair 2026 juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Kabupaten Bogor, Dra. Susilawati, M.M. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan menurunnya minat baca anak usia sekolah dasar di era digital.

“Saat ini anak-anak lebih dekat dengan gawai dibandingkan buku. Kegiatan seperti IUQI Book Fair sangat penting untuk menghidupkan kembali minat baca dan memperkenalkan buku sebagai sumber pengetahuan yang menyenangkan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam gerakan literasi akan memberikan dampak positif yang luas bagi dunia pendidikan.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, penerbit, pendidik, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar literasi tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menjadi budaya,” tegasnya.

IUQI Book Fair 2026 dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.30 WIB, dari Senin hingga Minggu, serta didukung oleh puluhan penerbit dan mitra literasi nasional. Melalui kegiatan ini, IUQI berharap dapat menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kualitas literasi dan pendidikan di Indonesia. [Teddy Khumaedi]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *