April 16, 2026
Badan Wakaf Yayasan Wakaf Umdatus Sa’i Gelar Musyawarah Tahunan

Badan Wakaf Yayasan Wakaf Umdatus Sa’i menggelar Musyawarah Tahunan pada Rabu (04/02/26). Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Ketua Badan Wakaf, Dr. H. Ahmad Rivai, H.H.I., dan dilaksanakan sejak siang hingga sore hari.

Musyawarah tahunan ini menjadi forum penting untuk melakukan evaluasi kinerja Yayasan Wakaf Umdatus Sa’i sepanjang tahun 2025 sekaligus meneguhkan arah dan kiprah yayasan pada tahun 2026 mendatang.

Ketua Badan Wakaf Yayasan Wakaf Umdatus Sa’i, Dr. H. Ahmad Rivai, H.H.I., menegaskan bahwa badan wakaf memiliki posisi strategis dan merupakan badan tertinggi dalam struktur yayasan.

“Badan wakaf mengawasi yayasan, dan badan tertinggi itu adalah badan wakaf,” ujarnya.

Menurutnya, peran badan wakaf sangat sentral untuk memastikan yayasan berjalan sesuai dengan rel yang telah ditetapkan. Sistem ini pun menjadi pembeda dengan banyak yayasan lain di luar sana.

“Badan wakaf hanya mengawasi agar yayasan berjalan sesuai relnya dan tidak keluar dari rel. jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dan pengembangan program. Saat ini, Yayasan Wakaf Umdatus Sa’i masih berfokus pada bidang pendidikan dan pengajaran. Ke depan, diperlukan program-program lain yang mampu memberikan dampak dan manfaat yang lebih luas bagi umat. Terlebih, arah pengelolaan yayasan kita mengacu pada sistem Pondok Modern Darussalam Gontor

“Karena kiblat kita ke Pondok Modern Darussalam Gontor,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Wakaf Umdatus Sa’i, H. Sulaeman, S.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya akan memprioritaskan standardisasi di seluruh lini pengelolaan yayasan.

“Ke depan, standardisasi dari semua level akan kita rampungkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan perkembangan lembaga pendidikan yang dikelola yayasan. Saat ini, Yayasan Wakaf Umdatus Sa’i telah memiliki Sekolah Dasar Islam Modern (SDIM) El-Cordova yang pada tahun 2026 akan meluluskan angkatan pertamanya.

Meski masih menghadapi keterbatasan dana, H. Sulaeman menegaskan bahwa yayasan tetap konsisten menjalankan misi sosialnya.

“Sejak awal berdiri hingga sekarang, SDIM El-Cordova memprioritaskan pemberian beasiswa bagi anak yatim dan dhuafa,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, hingga kini tunggakan biaya pendidikan siswa masih mencapai sekitar Rp50 juta, yang kerap menjadi kendala dalam pembayaran rutin gaji guru.

“Namun kami masih sanggup mengatasinya dengan berbagai cara agar hak-hak guru tidak terabaikan,” jelasnya.

Ke depan, Yayasan Wakaf Umdatus Sa’i berkomitmen untuk mengembangkan program-program yang menopang kekuatan finansial yayasan.

“Program-program yang menopang keuangan yayasan akan kami tingkatkan demi kelancaran SDIM El-Cordova dan syiar Islam di wilayah Tonjong dan sekitarnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Yayasan Wakaf Umdatus Sa’i berdiri di atas tanah yang seluruhnya merupakan wakaf dari H. Nunung M. Sai dan Hj. Komariah. Yayasan ini beralamat di Tonjong, Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan berfokus pada bidang pendidikan serta sosial. Selain SD Islam Modern El-Cordova, yayasan juga mengelola Lembaga Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (LAZISWAF) El-Birri.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *