Upaya mempercepat capaian akreditasi unggul terus digencarkan oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pelantikan 12 dosen dalam jabatan fungsional Lektor Kepala oleh Rektor, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, pada Kamis (26/02/26) siang di Ruang Pelantikan Lantai III Gedung Rektorat.
Pelantikan yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri Ketua Senat Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag, Wakil Rektor I Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si, Wakil Rektor II Prof Dr. H. Jamali, M.Ag, Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag, Kepala Biro AUAK Dr. H. Susari, MA, Dekan Fakultas Syariah Dr. H. Edy Setyawan, Lc, MA, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. H. Didi Sukardi, SH, MH. Kehadiran jajaran pimpinan universitas ini menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan bagian dari agenda besar transformasi mutu akademik.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa jabatan fungsional Lektor Kepala merupakan tonggak penting dalam penguatan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi. Ia mengingatkan bahwa target universitas untuk meraih akreditasi unggul di seluruh program studi sangat bergantung pada kapasitas dosen, khususnya mereka yang telah mencapai jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar.
“Jabatan fungsional Lektor Kepala ini diharapkan meningkatkan kinerja para dosen dan mendorong tercapainya akreditasi unggul di setiap program studi,” ujarnya.
Lebih jauh, Prof. Aan mendorong para dosen yang dilantik untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam tridarma perguruan tinggi. Menurutnya, percepatan menuju jabatan Guru Besar bukan sekadar persoalan administratif atau akumulasi poin SKP, tetapi juga ditentukan oleh produktivitas riset yang terpublikasi pada jurnal internasional bereputasi serta jurnal nasional terakreditasi Sinta 1, Sinta 2, atau minimal Sinta 3.
“Saya tunggu kehadiran teman-teman dalam pelantikan Guru Besar dalam waktu tiga tahun setengah,” harapnya optimistis.

Salah satu dosen yang dilantik, Dr. Achmad Otong Busthomi, Lc., M.Ag, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan amanah keilmuan yang harus dipertanggungjawabkan. Menurutnya, peningkatan jabatan fungsional bukan hanya capaian personal, tetapi tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Ini merupakan amanah keilmuan agar kami terus melangkah mengabdi kepada bangsa dan negara melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Prodi HKI tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada segenap pimpinan universitas serta jajaran bagian kepegawaian atas dukungan, pendampingan, dan fasilitasi yang diberikan hingga tercapainya jabatan fungsional Lektor Kepala sekaligus terselenggaranya prosesi pelantikan dengan lancar dan penuh khidmat.
“Capaian ini bukan semata hasil kerja personal, melainkan buah dari sinergi dan kolaborasi institusional yang solid,” pungkasnya.

Adapun 12 dosen yang resmi dilantik sebagai Lektor Kepala yakni Dr. Fuad Nawawi, S.Th.I., M.Ud; Dr. Pradi Khusufi Syamsu, MA; Dr. Akhmad Affandi, M.Ag; Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I; Jazariyah, M.Pd; Dr. Achmad Otong Busthomi, Lc., M.Ag; Bisri, M.Fil.I; Dr. Arief Rachman, S.Sos., M.Si; Dr. Nur Antoni E.T, S.S., M.Hum; Dr. Hj. Indah Nursuprianah, M.Si; Dr. Lilik Herawati, S.Pd., M.Pd; serta Mujib Ubaidillah, M.Pd.
Prosesi pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Rektor, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan pemberian ucapan selamat dari jajaran pimpinan universitas. Suasana haru dan penuh optimisme terasa ketika para dosen menerima amanah barunya.

Pelantikan ini menjadi penanda keseriusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun budaya akademik yang unggul dan berdaya saing global. Dengan bertambahnya jumlah Lektor Kepala, universitas optimistis dapat mempercepat capaian akreditasi unggul sekaligus melahirkan lebih banyak Guru Besar dalam waktu dekat. Transformasi mutu tidak lagi sebatas wacana, tetapi bergerak nyata melalui penguatan kualitas dosen sebagai jantung perguruan tinggi.