April 16, 2026
Isra’ Mi’raj dan Awal Semester, Al-Madinah Teguhkan Pendidikan Pesantren Terpadu

Momentum peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah Jonggol, Bogor, untuk meneguhkan kembali arah dan ruh pendidikan pesantren terpadu. Hal tersebut tampak dalam kegiatan pembukaan Semester II Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh santri dan santriwati, tetapi juga dihadiri para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) lintas marhalah yang berdomisili di Bogor dan sekitarnya. Hadir pula pendiri dan pengasuh pondok, unsur Badan Wakaf, ketua lembaga, serta dewan guru, sehingga acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan pesantren.

Pembukaan acara diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah dan doa bersama yang dipimpin KH. Abdul Fata, sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk para pendiri, pengasuh, serta seluruh pendidik Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah.

Dalam sambutannya, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah, KH. Zezen Zainuddin, menekankan bahwa berdirinya pesantren ini merupakan hasil dari tawakal dan keikhlasan dalam berkhidmat di jalan pendidikan Islam.

“Saya membangun pondok ini tidak meminta kepada siapa pun, kecuali kepada Allah SWT. Saya pasrah sepenuhnya kepada Allah SWT. Alhamdulillah, pondok ini dapat berdiri dan terus berkembang,” ujar alumni PMDG tahun 1970.

Ia juga menegaskan bahwa proses membangun pesantren tidak terlepas dari pesan, nasihat, dan keteladanan para kiai, khususnya kiai-kiai di Pondok Modern Darussalam Gontor. Menurutnya, keberlangsungan pesantren hanya dapat dijaga dengan istiqamah pada nilai-nilai yang diwariskan para guru.

Sementara itu, tausiyah utama disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, MA., Sekretaris Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah hadir dengan kekhasan sistem pendidikan terpadu yang menyatukan pendidikan keluarga, sekolah, dan kehidupan sosial dalam satu ekosistem pesantren.

“Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah berbeda karena menerapkan integrated system, di mana pendidikan berlangsung secara utuh dan berkesinambungan,” jelasnya.

Menurut Prof. Husnan, sistem pendidikan terpadu ini bertujuan membentuk santri yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi dinamika kehidupan. “Pondok ini menjadi kawah candradimuka yang membentuk manusia-manusia unggul, mampu hidup dan menghidupi,” katanya.

Ia menambahkan, santri yang lahir dari pendidikan pesantren terpadu tidak takut menghadapi kehidupan dan tidak tunduk kepada siapa pun, kecuali kepada Allah SWT. Hal ini karena pesantren membentuk pribadi yang berbudi luhur, berbadan sehat, berpengetahuan luas, serta berpikiran bebas dan bertanggung jawab.

“Di mana pun santri berada, ia memikul tanggung jawab dakwah Islam. Fi ayyi ardhin tatha wa anta mas’ulun ‘an Islamiha,” pungkasnya.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *