Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah Jonggol, Bogor, menggelar pembukaan Semester II Tahun Ajaran 2025/2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah pada Selasa (30/12/2025) pagi.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh pendiri sekaligus pengasuh pondok, Badan Wakaf, ketua lembaga, serta dewan guru Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah. Selain diikuti oleh seluruh santri dan santriwati, acara ini juga dihadiri para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) lintas marhalah yang berdomisili di Bogor dan sekitarnya.

Acara ini menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, selaku Sekretaris Badan Wakaf PMDG. Kegiatan resmi dibuka oleh KH. Abdul Fata melalui pembacaan Surat Al-Fatihah dan doa bersama untuk para pendiri, pengasuh, serta dewan guru Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah.
Sebelum memasuki acara inti, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah, KH. Zezen Zainuddin, menyampaikan sambutannya. Ia menegaskan bahwa berdirinya pondok pesantren ini merupakan buah dari tawakal penuh kepada Allah SWT.
“Saya membangun pondok ini tidak meminta kepada siapa pun kecuali kepada Allah SWT. Saya hanya pasrah kepada Allah SWT. Alhamdulillah, pondok ini bisa dibangun dan berdiri,” ujar KH. Zezen Zainuddin, pendiri Pondok Pesantren Al-Amien Parenduan Madura dan Daruttaqwa Cibinong.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memegang teguh pesan, nasihat, dan arahan para kiai dalam membangun dan mengembangkan pesantren. “Dalam membangun pondok ini, saya tidak pernah lepas dari nasihat dan dorongan kiai-kiai saya di Gontor,” tambah alumni PMDG tahun 1970.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah memiliki keunikan dibandingkan pondok pesantren pada umumnya. Keunikan tersebut terletak pada penerapan integrated system, yakni keterpaduan antara pendidikan rumah, sekolah, dan kehidupan kemasyarakatan dalam satu sistem pendidikan yang utuh.
“Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah berbeda dengan pondok-pondok lain karena menerapkan keterpaduan sistem pendidikan,” jelas cucu pendiri PMDG KH Zainuddin Fananie.
Menurutnya, sistem pendidikan terpadu ini bertujuan membentuk pribadi santri yang tangguh dan unggul. “Pondok Pesantren Terpadu Al-Madinah adalah kawah candradimuka yang membentuk manusia-manusia unggul, mampu hidup dan menghidupi,” terangnya.
Ia menambahkan, santri yang ditempa dalam sistem pendidikan terpadu tidak akan takut menghadapi kehidupan dan tidak gentar kepada siapa pun, kecuali kepada Allah SWT. Hal ini karena pondok membentuk santri yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, serta berpikiran bebas dan bertanggung jawab.
“Di mana pun santri dan alumni hidup, mereka senantiasa bertanggung jawab atas dakwah Islam. Fi ayyi ardhin tatha wa anta mas’ulun ‘an Islamiha,” pungkasnya.